, ,

42 Kampung di Makale Sudah Punya Akta Koperasi Merah Putih, Muskamsus Rampung 100 Persen

by -833 Views

News Makale – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Tana Toraja terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 42 kampung di Makale kini resmi memiliki akta Koperasi Merah Putih, setelah Musyawarah Kampung Khusus (Muskamsus) rampung dilaksanakan 100 persen.

Mampang Prapatan Jadi Percontohan: Inkowapi dan Sahara Bantu Legalitas  Koperasi Merah Putih
42 Kampung di Makale Sudah Punya Akta Koperasi Merah Putih, Muskamsus Rampung 100 Persen

Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Warga

Baca Juga : MBG di Teluk Wondama Dimulai, 2.700 Siswa Perdana Nikmati Makan Siang Gratis

Koperasi Merah Putih hadir sebagai wadah untuk mengembangkan usaha rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis gotong royong. Dengan adanya akta resmi, setiap koperasi di tingkat kampung kini memiliki kepastian hukum serta akses yang lebih mudah terhadap pembinaan dan bantuan dari pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tana Toraja, menyebut pencapaian ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
“Semua kampung di Makale sudah sah memiliki koperasi berbadan hukum. Ini akan memperkuat posisi masyarakat dalam mengelola potensi lokal,” ujarnya.


Muskamsus Rampung 100 Persen

Pelaksanaan Muskamsus yang digelar sejak awal tahun 2025 berjalan lancar di seluruh kampung. Agenda ini menjadi syarat utama dalam pembentukan dan pengesahan akta Koperasi Merah Putih.

Prosesnya melibatkan partisipasi aktif warga, mulai dari pemilihan pengurus, perumusan anggaran dasar, hingga penetapan program kerja. Dengan tuntasnya Muskamsus, setiap koperasi kini memiliki arah dan struktur yang jelas.


Dorong Potensi Ekonomi Lokal

Koperasi Merah Putih di Makale diharapkan mampu mengembangkan potensi unggulan daerah, seperti pertanian, perkebunan kopi, peternakan, serta kerajinan lokal. Melalui wadah ini, masyarakat memiliki akses lebih luas dalam pemasaran produk, permodalan, dan pelatihan usaha.

Selain itu, koperasi juga berfungsi sebagai instrumen penting untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan memperkuat daya saing ekonomi kampung.


Harapan ke Depan

Pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pendampingan agar koperasi yang sudah terbentuk tidak hanya ada secara administratif, tetapi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Target kami bukan hanya jumlah koperasi yang terbentuk, tapi bagaimana koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di Makale,” tambah pejabat terkait.

Dengan pencapaian 42 kampung yang telah memiliki akta koperasi, Makale menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong di era modern.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.