NEWS MAKALE – Puluhan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tana Toraja mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Risiko yang digelar oleh Inspektorat Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan ini berlangsung sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan disiplin, serta memastikan seluruh ASN memahami langkah-langkah pencegahan risiko dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/bimtek-inspektorat.jpg)
Bimtek tersebut dihadiri pegawai dari berbagai OPD strategis, mulai dari dinas teknis hingga bagian perencanaan dan pelayanan publik. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi terkait penyusunan peta risiko, strategi mitigasi, pengendalian internal, hingga cara mendeteksi potensi masalah sejak dini dalam proses administrasi dan operasional pemerintah.
Baca Juga : GMNI dan Warga Gelar Aksi Tolak Revitalisasi Lapangan Sa’dan di DPRD Toraja Utara
Penguatan Tata Kelola Pemerintahan
Kepala Inspektorat Tana Toraja menjelaskan bahwa pengelolaan risiko merupakan bagian penting dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat pencapaian tujuan instansi.
“Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan setiap OPD dapat bekerja lebih sistematis, akuntabel, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko, baik yang bersifat teknis maupun administratif,” ungkapnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga dilibatkan dalam simulasi penyusunan daftar risiko, pemetaan level dampak, serta bagaimana menyusun langkah mitigasi yang efektif. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan pedoman pengelolaan risiko yang dapat diterapkan di masing-masing OPD.
Bupati Tekankan Integritas ASN
Bupati Tana Toraja dalam sambutannya menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat. Pengelolaan risiko, menurutnya, bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga bentuk komitmen untuk menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik.
“Setiap pegawai pemerintah harus bekerja dengan penuh tanggung jawab. Hindari kelalaian yang dapat merugikan masyarakat. Pengelolaan risiko adalah langkah penting agar kita bekerja lebih terarah dan dapat mencegah masalah sebelum terjadi,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa era digital dan keterbukaan informasi menuntut pemerintah daerah bekerja lebih transparan, cepat, dan tepat. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah dapat terus meningkat.
Harapan untuk Peningkatan Kinerja OPD
Peserta Bimtek menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Banyak dari mereka mengaku materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi setiap OPD, terutama dalam perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta program pembangunan yang sensitif terhadap perubahan situasi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tana Toraja berharap setiap OPD dapat menghasilkan manajemen risiko yang lebih matang sehingga program pembangunan dapat berjalan optimal, efektif, dan bebas dari kesalahan administratif. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan sesuai harapan pemerintah dan warga Tana Toraja.








