News Makale — Dinamika menjelang pemilihan Kepala Balai Pemasyarakatan Wilayah (BPSW) III Makale mulai menghangat. Sejumlah nama pejabat internal disebut-sebut siap bersaing untuk menggantikan atau menantang petahana yang saat ini masih menjabat.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, empat nama mencuat sebagai calon kuat dalam proses seleksi tersebut. Mereka dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang pemasyarakatan dan rekam jejak yang cukup mumpuni dalam manajemen lembaga.
Baca Juga : Enam Puskesmas Raih Penghargaan Jampusnas
Salah satu sumber internal menyebutkan bahwa petahana Kepala BPSW III Makale, yang dikenal berprestasi dalam pembinaan warga binaan, akan mendapat tantangan langsung dari rekan sekerjanya sendiri. Para kandidat dinilai memiliki peluang yang relatif seimbang, mengingat sebagian besar memiliki latar belakang dan masa kerja yang hampir setara.
“Ada empat nama yang muncul kuat, termasuk petahana. Menariknya, dua di antaranya adalah pejabat yang pernah menjabat posisi strategis di lingkungan Bapas dan Lapas. Artinya, kompetisi kali ini akan berjalan sehat dan profesional,” ujar sumber tersebut, Rabu (5/11/2025).
Kinerja Petahana Jadi Sorotan
Petahana disebut masih memiliki dukungan cukup besar, terutama dari kalangan pegawai yang menilai kepemimpinannya membawa perubahan positif. Selama masa jabatannya, beberapa inovasi pembinaan dan koordinasi antarbalai dinilai berhasil memperkuat fungsi pelayanan kemasyarakatan.
Namun, sejumlah pegawai juga menganggap perlunya penyegaran kepemimpinan agar program pembinaan berjalan lebih progresif. Tantangan dari rekan sejawatnya dinilai menjadi bukti bahwa regenerasi dalam tubuh BPSW Makale mulai mendapat tempat.
“Pergantian atau kontestasi itu wajar, justru menjadi motivasi agar kinerja lembaga terus meningkat,” kata salah satu ASN di lingkungan BPSW III Makale.
Seleksi Berjalan Transparan
Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah Sulawesi Selatan memastikan bahwa proses seleksi kepala balai akan dilakukan secara transparan dan objektif. Penilaian mencakup aspek integritas, kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan membangun sinergi lintas lembaga.
Kakanwil Kemenkumham Sulsel menegaskan bahwa proses ini tidak hanya mencari figur pemimpin, tetapi juga sosok yang mampu menjaga profesionalitas dan pelayanan publik.
“Kami ingin pemimpin yang visioner dan dekat dengan masyarakat. Semua kandidat punya peluang yang sama,” ujarnya.
Publik Menanti Arah Baru BPSW Makale
Pemilihan Kepala BPSW III Makale tahun ini menjadi perhatian karena lembaga tersebut memiliki peran penting dalam pembinaan narapidana dan reintegrasi sosial di wilayah Toraja Raya. Masyarakat berharap pemimpin terpilih nantinya mampu memperkuat kolaborasi dengan lembaga adat, pemerintah daerah, dan organisasi sosial.
Dengan mencuatnya empat nama kuat, dinamika pemilihan diprediksi akan berlangsung ketat dan menarik. Siapa pun yang terpilih, diharapkan dapat membawa semangat baru bagi kemajuan sistem pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Selatan.








