News Makale – Aksi demonstrasi kembali terjadi di Toraja Utara. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Toraja Utara sebagai bentuk protes atas dugaan keberadaan “PPPK siluman” dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah tersebut. Mereka menilai terdapat indikasi pelanggaran prosedur dan ketidaktransparanan dalam proses rekrutmen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pppksiluman12.jpg)
Tuntut Transparansi dan Audit Rekrutmen PPPK
Dalam aksinya, massa GMNI membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap panitia seleksi PPPK. Mereka menuding bahwa beberapa nama yang lolos tidak sesuai dengan hasil seleksi yang diumumkan sebelumnya dan diduga kuat masuk tanpa melalui prosedur resmi.
Baca Juga : Sekolah Islam Athirah Berangkatkan Umrah 17 Guru dan Karyawan
“Kami menduga ada permainan. Ada nama-nama yang tidak mengikuti proses, tetapi dinyatakan lolos. Ini merusak kepercayaan publik dan mencederai mereka yang berjuang secara adil,” ujar salah satu orator.
GMNI menuntut dilakukannya evaluasi total terhadap proses seleksi PPPK, termasuk audit dokumen dan klarifikasi dari dinas terkait. Mereka juga meminta aparat penegak hukum turun tangan menelusuri jika benar ditemukan unsur kecurangan.
Desak Polisi Investigasi Dugaan Pelanggaran
Para demonstran mendesak Kapolres Toraja Utara untuk membuka penyelidikan atas laporan masyarakat terkait dugaan manipulasi dalam pengangkatan PPPK. Mereka menilai bahwa polemik ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merugikan pelamar yang memenuhi syarat dan mengikuti tahapan seleksi secara resmi.
“Polres harus turun tangan, jangan sampai isu ini hanya menjadi konsumsi publik tanpa ada tindak lanjut. Jika ada oknum yang bermain, harus diproses secara hukum,” tegas salah seorang peserta aksi.
Respons Polres Toraja Utara
Perwakilan Polres Toraja Utara akhirnya menemui massa aksi. Dalam pernyataannya, mereka memastikan akan menampung semua tuntutan dan aspirasi yang disampaikan GMNI.
“Kami menerima laporan dan masukan dari adik-adik mahasiswa. Tentu akan kami pelajari, dan bila ditemukan unsur pidana, kami akan tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” kata perwakilan Polres.
Pihak kepolisian juga meminta mahasiswa tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung, serta mengimbau agar proses penyampaian aspirasi dilakukan tanpa tindakan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
GMNI Akan Pantau Tindak Lanjut Kasus
Usai menyampaikan tuntutannya, massa GMNI menyatakan bahwa mereka akan terus mengawal isu PPPK siluman hingga ada kejelasan. Mereka menegaskan bahwa aksi serupa akan kembali digelar jika pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak memberikan jawaban memadai.
Kasus dugaan PPPK siluman ini menjadi perhatian publik Toraja Utara dalam beberapa pekan terakhir. GMNI berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi resmi agar polemik tidak semakin melebar dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen aparatur sipil negara.








