, ,

Jelang Natal, Harga Ayam di Pasar Sentral Makale Mulai Merangkak Naik

by -112 Views

News Makale  – Menjelang perayaan Natal 2025, sejumlah komoditas pangan mulai menunjukkan kenaikan harga, termasuk ayam potong yang menjadi kebutuhan utama masyarakat pada musim perayaan. Di Pasar Sentral Makale, harga ayam dilaporkan mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diungkapkan oleh salah satu pedagang, Mama Pendi, saat ditemui di lapaknya di Jalan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Minggu (30/11/2025) pagi.

Jelang Natal, Harga Ayam Potong di Pasar Sentral Makale Rp 55 Ribu Per Ekor  - Tribuntoraja.com
Jelang Natal, Harga Ayam di Pasar Sentral Makale Mulai Merangkak Naik

Permintaan Meningkat, Stok Berkurang

Menurut Mama Pendi, kenaikan harga ayam sudah mulai terasa sejak satu minggu terakhir. Ia menjelaskan bahwa permintaan yang terus meningkat menjelang Natal menjadi faktor utama naiknya harga. Pada periode normal, satu ekor ayam dijual dengan kisaran harga tertentu, namun kini harga naik hingga beberapa ribu rupiah per ekor.

Baca Juga : Wanita Pendorong Satpam ke Arah Kereta di Stasiun Gang Sentiong Ternyata ODGJ

“Biasanya kalau tidak dekat perayaan, harga ayam stabil. Tapi sejak minggu lalu, permintaan naik sekali. Banyak warga yang sudah mulai mempersiapkan kebutuhan Natal, jadi stok cepat habis,” ujarnya.

Selain meningkatnya permintaan, berkurangnya pasokan dari peternak lokal ikut memengaruhi harga. Beberapa peternak dilaporkan mengalami kendala cuaca yang berdampak pada proses penggemukan ayam, sehingga pasokan ke pasar tidak sebanyak biasanya.


Dampak Cuaca dan Biaya Produksi

Faktor lain yang mendorong terjadinya kenaikan adalah kondisi cuaca di sejumlah wilayah Tana Toraja. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir membuat sebagian peternak harus menunda pengiriman ayam ke pasar karena risiko stres pada unggas serta meningkatnya biaya pakan.

“Cuaca sangat memengaruhi. Beberapa peternak mengaku ayamnya lambat besar karena cuaca tidak menentu, jadi suplai ke pasar ikut turun,” kata Mama Pendi.

Kenaikan biaya produksi, seperti harga pakan dan obat-obatan ternak, juga turut menjadi penyebab utama. Para pedagang harus menyesuaikan harga agar tetap mendapatkan keuntungan di tengah meningkatnya biaya operasional.


Konsumen Mulai Beralih ke Alternatif

Kenaikan harga ayam mulai dirasakan oleh pembeli, terutama warga yang rutin berbelanja di Pasar Sentral Makale. Beberapa konsumen bahkan memilih untuk membeli ayam dengan ukuran lebih kecil atau beralih ke sumber protein lain seperti ikan air tawar dan tahu-tempe.

“Saya biasa beli dua ekor, tapi sekarang naik. Jadi saya kurangi, kalau tidak beli yang lebih kecil,” kata Maria, salah satu pengunjung pasar.

Namun demikian, banyak warga tetap memilih ayam sebagai kebutuhan utama menjelang Natal, untuk keperluan masakan khas seperti ayam panggang dan sop ayam.


Prediksi Harga Jelang Puncak Perayaan

Sejumlah pedagang memprediksi bahwa harga ayam masih berpotensi naik dalam dua minggu ke depan, terutama saat memasuki pertengahan Desember ketika puncak persiapan Natal dimulai. Pedagang mengimbau masyarakat untuk mulai berbelanja lebih awal jika ingin mendapatkan harga yang masih relatif terkendali.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga diperkirakan akan melakukan pemantauan harga untuk mencegah lonjakan yang terlalu tinggi serta menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada musim perayaan, kenaikan harga ayam menjadi dinamika tahunan yang hampir selalu terjadi. Para pedagang berharap stok tetap stabil sehingga harga tidak melonjak terlalu tajam menjelang Natal 2025.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.