, , ,

Jelang Pesta Adat, Harga Babi di Tana Toraja Turun, Tergantung Panjang Tubuh

by -2383 Views

News Makale – Menjelang puncak musim pesta adat, harga babi di Kabupaten Tana Toraja mengalami penurunan. Kini, babi untuk kebutuhan pesta adat bisa didapat mulai Rp5 juta per ekor, tergantung pada panjang tubuh dan bobotnya. Kondisi ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan rangkaian upacara adat Rambu Solo’ maupun Rambu Tuka’.

Harga Babi Ternak di Toraja Melambung, Mulai Rp 5 Juta Hingga 20 Juta Per  Ekor - Tribuntoraja.com
Jelang Pesta Adat, Harga Babi di Tana Toraja Turun, Tergantung Panjang Tubuh

Sejumlah pedagang di Pasar Hewan Bolu, Rantepao, menyebutkan bahwa harga babi pesta sebelumnya bisa menembus Rp7–8 juta per ekor. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, harga berangsur turun seiring meningkatnya pasokan dari peternak lokal. “Kalau panjangnya sekitar 1 meter, harganya mulai Rp5 juta. Semakin panjang dan berat, semakin mahal,” ujar Lukas, salah satu pedagang babi, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga : Disetujui Bupati Tana Toraja, Ini Sederet Tokoh Pendukung Pemekaran Kabupaten Toraja Barat

Harga Babi di Tana Toraja Turun, Mulai Rp5 Juta untuk Acara Adat

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, banyak peternak yang memanen babi lebih awal untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang musim pesta adat. Kedua, permintaan yang sempat melandai pada bulan sebelumnya membuat stok di pasaran lebih banyak. Meskipun begitu, untuk babi berukuran besar yang panjangnya mencapai 1,5 meter, harga masih bisa di atas Rp10 juta per ekor.

Babi memiliki peran penting dalam upacara adat Tana Toraja, khususnya Rambu Solo’, di mana jumlah dan ukuran babi yang disembelih menjadi simbol penghormatan dan status sosial keluarga. Karenanya, kualitas babi untuk pesta biasanya lebih diperhatikan, mulai dari bobot, panjang tubuh, hingga kesehatan hewan.

Babi Pesta Tana Toraja Mulai Rp5 Juta, Harga Ditentukan Panjangnya

Masyarakat menyambut baik penurunan harga ini karena dapat mengurangi beban biaya persiapan pesta adat yang dikenal memerlukan dana besar. “Kalau harga turun, tentu meringankan. Kami bisa beli babi lebih dari satu untuk acara keluarga,” kata Yohanis, warga Kecamatan Sanggalangi.

Di sisi lain, peternak tetap mendapatkan keuntungan karena harga pakan yang stabil dan tingginya permintaan di puncak musim pesta. Beberapa di antaranya bahkan sudah mempersiapkan stok sejak tahun lalu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan Tana Toraja mengimbau agar perdagangan babi tetap memperhatikan kesehatan hewan. Peternak diminta memastikan babi bebas dari penyakit menular untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi.

Dengan kondisi harga yang lebih terjangkau, diharapkan tradisi dan budaya Toraja dapat tetap berlangsung meriah tanpa memberatkan masyarakat. Musim pesta adat kali ini diprediksi akan lebih ramai, dengan perputaran ekonomi yang menguntungkan pedagang, peternak, dan warga setempat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.