News Makale — Suasana di sekitar Pengadilan Negeri (PN) Makale, Tana Toraja pada Jumat siang tampak berbeda dari biasanya. Ratusan aparat gabungan dari Polres Tana Toraja, TNI, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh enam orang mahasiswa.

Meski jumlah peserta aksi relatif kecil, aparat tetap menurunkan pengamanan dalam jumlah besar guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kehadiran ratusan aparat membuat situasi tetap terkendali, dan aktivitas persidangan di PN Makale bisa berjalan normal.
Baca Juga : PN Makale Terima Audiensi 6 Mahasiswa Aliansi Toraja Soal Sengketa Tongkonan Ka’pun
Aksi Damai Enam Mahasiswa
Unjuk rasa yang digelar enam mahasiswa tersebut berlangsung dengan damai. Mereka membentangkan spanduk dan menyuarakan aspirasi terkait proses hukum yang sedang berlangsung di PN Makale.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai ada beberapa kasus hukum yang harus lebih transparan dan adil. “Kami hadir di sini bukan untuk membuat kericuhan, tapi untuk menyuarakan keadilan. Hukum harus berpihak pada rakyat kecil,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.
Pengamanan Ketat Aparat
Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Santoso, menjelaskan bahwa pengerahan ratusan aparat merupakan langkah preventif. Meski aksi hanya diikuti oleh segelintir orang, aparat harus memastikan situasi tetap kondusif.
“Kami mengedepankan pengamanan persuasif. Semua berjalan damai dan terkendali. Aparat kami juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan pendapat dengan tertib sesuai aturan,” ujarnya.
Selain mengawal jalannya aksi, aparat juga mengatur lalu lintas di sekitar PN Makale agar tidak terjadi kemacetan. Petugas Satpol PP membantu menjaga area gedung pengadilan, sementara TNI ikut mendukung dari sisi pengamanan lapangan.
Respons Pengadilan
Pihak PN Makale menyatakan aksi mahasiswa tidak mengganggu jalannya persidangan. “Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Selama tidak mengganggu proses persidangan, kami membuka diri terhadap aspirasi yang disampaikan,” kata Humas PN Makale.
Dukungan Publik
Aksi enam mahasiswa ini menarik perhatian masyarakat yang kebetulan berada di sekitar pengadilan. Beberapa warga menilai bahwa keberanian mahasiswa menyuarakan aspirasi patut diapresiasi. Namun, mereka juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar tujuan penyampaian aspirasi tidak salah dimaknai.
“Kalau ada yang ingin disuarakan, memang sebaiknya dilakukan dengan damai seperti ini. Jangan sampai merugikan orang lain,” ujar Yohana, salah satu warga Makale.
Situasi Kondusif
Aksi berlangsung sekitar dua jam dan berakhir dengan tertib. Mahasiswa membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi mereka. Aparat yang sebelumnya berjaga secara ketat kemudian ditarik kembali secara bertahap.
Hingga sore hari, situasi di PN Makale dan sekitarnya dilaporkan kondusif. Tidak ada insiden yang menonjol, baik dari pihak mahasiswa maupun aparat keamanan.
Harapan ke Depan
Kehadiran aparat dalam jumlah besar menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Namun, sejumlah pihak berharap pengamanan ke depan lebih proporsional, menyesuaikan dengan skala aksi yang digelar.
Bagi mahasiswa, aksi ini menjadi simbol keberanian untuk menyuarakan keadilan, sekaligus pengingat bahwa ruang demokrasi harus tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pendapat secara damai.








