, ,

Tragedi Kecelakaan Truk di Maros, 39 Korban Jiwa dalam Dua Tahun

by -2213 Views

News Makale – Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 hingga September 2025, sedikitnya 39 orang meninggal dunia akibat terlindas truk di jalur Moncongloe–Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Angka ini menempatkan jalur tersebut sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas paling berbahaya di wilayah Sulsel.

Dua Pengendara Motor Tewas Usai Jatuh dan Terlindas Truk di Maros -  KabarMakassar.com
Tragedi Kecelakaan Truk di Maros, 39 Korban Jiwa dalam Dua Tahun

Mayoritas korban adalah pengendara roda dua dan pejalan kaki yang terlibat insiden dengan kendaraan truk bermuatan berat.

Baca Juga : Deddy Sitorus Tak Paham IKN Jadi Ibu Kota Politik: Tunggu Teknis Pemerintah

Faktor Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan keterangan aparat kepolisian, beberapa faktor yang memicu tingginya angka kecelakaan di jalur ini antara lain:

  • Volume kendaraan berat tinggi, terutama truk pengangkut material tambang dan logistik.

  • Kondisi jalan sempit dan rusak di sejumlah titik.

  • Kurangnya penerangan jalan pada malam hari.

  • Disiplin lalu lintas rendah, baik dari pengemudi truk maupun kendaraan kecil.

Selain itu, jalur Moncongloe–Tanralili dikenal sebagai lintasan alternatif menuju kawasan industri dan perkotaan Makassar, sehingga aktivitas kendaraan besar relatif padat setiap hari.

Tanggapan Pemerintah dan Kepolisian

Menanggapi kondisi ini, pihak Satlantas Polres Maros menyatakan akan meningkatkan patroli serta menambah pos pengawasan di beberapa titik rawan kecelakaan. Polisi juga berencana melakukan razia kendaraan berat yang melintas di luar jam operasional yang ditentukan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros tengah berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, termasuk pelebaran ruas tertentu dan penambahan rambu lalu lintas.

Seruan Keselamatan dari Masyarakat

Tingginya angka korban jiwa ini memicu keresahan masyarakat sekitar. Warga mendesak pemerintah dan kepolisian bertindak lebih tegas, seperti pembatasan jam operasional truk serta pembangunan jalur khusus kendaraan berat.

“Setiap bulan selalu ada kecelakaan. Kami berharap ada solusi nyata, jangan sampai korban terus bertambah,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Upaya Pencegahan di Masa Depan

Pakar transportasi menilai bahwa untuk menekan angka kecelakaan, dibutuhkan pendekatan menyeluruh. Mulai dari rekayasa lalu lintas, perbaikan jalan, hingga edukasi keselamatan bagi pengemudi truk dan masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti CCTV lalu lintas dan sistem tilang elektronik (ETLE) juga dianggap penting untuk menegakkan aturan dan mengurangi pelanggaran.

Kesimpulan

Tragedi 39 korban jiwa di jalur Moncongloe–Tanralili Maros selama 2024-2025 menjadi alarm serius bagi pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Tanpa langkah cepat dan tegas, jalur ini akan terus menjadi “jalur maut” yang mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.