News Makale — Warga di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, mendesak pemerintah daerah segera mengevakuasi batu besar yang menutup jalan penghubung Makale–Buakayu sejak Selasa (7/10/2025) malam. Batu berukuran hampir dua meter itu menutupi seluruh badan jalan setelah longsor kecil terjadi akibat hujan deras.

Akibatnya, akses transportasi antarwilayah terganggu, terutama bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok ke pusat kota Makale.
Baca Juga : Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Tana Toraja Gelar Tanam Jagung Serentak
Batu Besar Tutupi Jalur Utama
Salah seorang warga Desa Buakayu, Andarias, mengatakan batu tersebut menutup total jalur utama dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Sudah dua hari ini kami terpaksa memutar jauh lewat jalur alternatif yang kondisinya juga rusak. Kami harap pemerintah segera kirim alat berat untuk bersihkan batu itu,” ujarnya.
Batu besar itu diduga jatuh dari tebing di sisi jalan akibat kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir. Selain batu, material tanah dan ranting pohon juga menumpuk di sekitar lokasi.
Belum Ada Evakuasi dari Pemda
Hingga Kamis (9/10/2025) siang, belum terlihat adanya alat berat atau petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di lokasi kejadian.
Kepala Desa Buakayu, Lukas Palimbong, mengatakan sudah melaporkan peristiwa ini ke pemerintah kabupaten sejak Rabu pagi, namun belum ada tindak lanjut.
“Kami sudah kirim laporan resmi dan foto lokasi ke BPBD dan Dinas PU. Warga berharap ada tindakan cepat karena jalan ini satu-satunya akses utama menuju Makale,” ungkapnya.
BPBD Tana Toraja Siapkan Alat Berat
Menanggapi laporan tersebut, Kepala BPBD Tana Toraja, Yohanis Ranteallo, membenarkan adanya hambatan akses jalan di wilayah Makale–Buakayu. Ia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menurunkan alat berat ke lokasi.
“Kami sedang persiapkan ekskavator dan tim teknis. Cuaca di lapangan masih ekstrem, jadi proses evakuasi akan dilakukan hati-hati agar tidak menimbulkan longsor susulan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pihak BPBD juga mengimbau warga agar tidak melintas di sekitar area longsor sampai batu besar tersebut berhasil dipindahkan. Petugas akan memasang tanda bahaya dan garis pembatas untuk mencegah kecelakaan.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Jalur Makale–Buakayu merupakan rute vital ekonomi masyarakat, terutama untuk mobilisasi hasil kebun seperti kopi, sayur, dan cengkeh. Sejumlah pedagang mengeluhkan kerugian karena distribusi barang terhambat.
“Biasanya kami kirim hasil panen setiap hari. Sekarang stok menumpuk karena truk tidak bisa lewat,” keluh Maria, petani di Buakayu.
Warga Harap Penanganan Cepat
Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar akses kembali normal. Mereka juga meminta pemasangan pagar pengaman di titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.
“Setiap musim hujan pasti ada longsor kecil. Kami harap kali ini ditangani serius, jangan tunggu sampai ada korban,” tambah Andarias.
Dengan penanganan cepat, warga berharap jalur Makale–Buakayu kembali aman dilalui. Sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat bisa pulih seperti semula.








